logo


Call Center: 021 2987 1662; WhatsApp: 0812 6325 0777

By.drh. Dewi D.A.W.W. Y Ninu.SKH

135704916-disaster-dog-vaccination-schedule-632x475

Bagi sebagian orang mungkin vaksinasi dianggap hal yang kurang penting dan tidak ada gunanya, akan tetapi bagi orang yang mengerti lebih jauh tentang dunia hewan pasti memahami manfaat dan pentingnya vaksinasi pada hewan kesayangan.

“Sebenarnya apa sih vaksin itu? Dan kenapa vaksin begitu penting untuk anjing dan kucing? Pengebalan penyakit apa saja yang terdapat dalam vaksin tersebut?”.

Question 1

“Apa sih vaksin itu?”

Sistem imun berperan penting dalam menjaga kesehatan hewan. Salah satu fungsi penting sistem ini adalah melindungi anjing dan kucing dari berbagai penyakit dan infeksi yang disebabkan agen penyakit seperti virus, bakteri, maupun parasit yang dapat menyebabkan sakit pada anjing dan kucing. Vaksinasi terhadap anjing, utamanya rabies, telah sangat membantu banyak penurunan wabah rabies yang tidak hanya berdampak pada anjing tapi juga makhluk berdarah panas lainnya, termasuk pula manusia.

Vaksin diberikan untuk mengebalkan sistem imun terhadap serangan mikroorganisme penyebab penyakit. Vaksin dapat mengandung organisme hidup yang dilemahkan (live attenuated), killed atau inactivated vaccine, maupun rekombinan (mengandung hanya satu bagian dari virus yang berperan penting dalam penyakit, kemudian diperbanyak).

Sebelum vaksin dipasarkan, vaksin telah menjalani serangkaian uji untuk memastikan vaksin tersebut protektif, aman dan dan efektif dalam mencegah penyakit. Vaksin mengandung antigen yang ketika diberikan dalam bentuk injeksi, nasal maupun oral, dapat menyebabkan imun merespons dengan memberikan proteksi terhadap tubuh dengan memberantas mikroorganisme, kemudian membentuk antibodi yang selanjutnya membentuk sel memori sehingga apabila terdapat penyakit yang serupa dengan bibit penyakit yang terdapat dalam vaksin, respon imun mampu mencegah tubuh dari penyakit dan menjaga agar kucing dan anjing tetap sehat.
perlu diketahui bahwa pada anjing tidak semua penyakit harus divaksinkan kepada anjing Anda. Penting untuk owner dan dokter hewan untuk berdiskusi mengenai protocol vaksin yang tepat disesuaikan dengan kondisi lingkungan, umur, sejarah medis, serta travelling habit anjing Anda.

Vaksin untuk anjing sendiri dibagi tiga berdasar kepentingannya, yakni core, noncore dan nonrecommended vaksin. Core vaksin bersifat sangat penting untuk semua anjing karena penyakitnya sangat mudah menular antar anjing, onsetnya cepat dan parah, serta bisa ditularkan ke manusia. Contoh core vaksin adalah canine parvovirus, distemper, canine hepatitis dan rabies.

Non core vaksin adalah vaksin yang dibutuhkan berdasarkan lokasi geografis, lingkungan tempat tinggal maupun gaya hidup yang membawa anjing terhadap risiko paparan infeksi tertentu. Contoh non core yakni Bordetella bronchiseptica, Borrelia burgdorferi dan Leptospira bacteria serta canine parainfluenza

Non recommended vaksin adalah vaksin yang jarang direkomendasikan oleh dokter hewan dan tidak terlalu efektif. Misal canine coronavirus, canine adenovirus-1, vaksin Giardia dan rattlesnake envenomation.

Question 2

“Apakah anjing dan kucing saya butuh vaksin?”

Vaksin amat penting dalam menjaga kesehatan anjing dan kucing Anda. Faktor yang harus diperiksa sebelum melakukan vaksin termasuk umur, kesehatan, lingkungan dan manajemen kandang. Anda dapat berkonsultasi mengenai prosedur vaksin yang benar dengan dokter hewan Anda.

Question 3

“Penyakit apa saja yang terdapat dalam

vaksin anjing dan kucing?”

ANJING

 Berikut ini adalah mayoritas penyakit yang terkandung dalam vaksin yang beredar di Indonesia :

  1. Rabies Virus
    Rabies merupakan penyakit yang bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini terdapat beberapa propinsi di Indonesia yang bebas rabies maupun rawan rabies. Penyakit ini menjadi perhatian organisasi kesehatan skala internasional karena dampak yang ditimbulkan.
  2. Parvovirus
    Penyakit gastro enteritis yang sangat muntah menular dan bersifat mematikan. Gejala utama berupa lemas, tidak nafsu makan, muntah dan diare berdarah.
  3. Distemper
    Penyakit menular dengan tingkat kematian tinggi setelah parvo,disertai gejala utama yakni konjungtivitis, kejang-kejang dan kerusakan saraf.
  4. Canine Hepatitis
    Penyakit yang dapat menimbulkan kematian mendadak terutama pada anak anjing dengan gejala seperti diare, demam, tidak nafsu makan, dan pendarahan.
  5. Leptospirosis
    Infeksi bakteri berbentuk spiral yang menyebar keseluruh tubuh, terutama menetap di ginjal kemudian bermultiplikasi dan menyebar melalui urine. Bakteri Leptospira dapat ditularkan ke manusia maupun hewan lain melalui air atau makanan yang tercemar bakteri ini. Anak kecil sangat rentan tertular bakteri Leptospira.
  6. Canine parainfluenza virus
    Penyakit pernapasan yang amat mudah menular dengan gejala seperti meler, demam, batuk dan tidak nafsu makan. Virus ini menyebar dengan cepat terutama di kennel atau tempat shelter anjing.
  7. Bordetella broncoseptica (Kennel Cough), canine adenovirus, coronavirus dan Microsporum canis.

KUCING

 Pilihan vaksin apa yang cocok untuk kucing Anda tergantung pada beberapa faktor :

  1. Risiko paparan agen penyakit terhadap kucing.
  2. Risiko penularan penyakit kucing ke manusia (misalnya rabies).
  3. Kemampuan vaksin dalam pengebalan penyakit.
  4. Umur dan status kesehatan kucing Anda.
  5. Reaksi vaksin yang pernah dialami kucing.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang umum terkandung dalam vaksin kucing:

  • Feline Panleukopenia Virus Vaccine.
    Feline panleukopenia atau feline distemper merupakan penyakit yang penularannya tinggi dan mematikan bagi banyak kucing. Virus distemper mampu bertahan pada suhu dan kelembaban ekstrem selama beberapa bulan dan resisten pada kebanyakan disinfektan. Panleukopenia merupakan penyakit infeksius paling berbahaya pada kucing, yang mampu berkurang semenjak adanya vaksin.
  • Feline Calicivirus/Herpesvirus Vaccine.
    Feline calicivirus dan feline herpesvirus(rhinotracheitis) menyebabkan penyakit ISPA pada 80-90% kucing. Kucing dapat terjangkit salah satu atau kedua agen penyakit sekaligus dalam satu waktu. Apabila terinfeksi, virus ini tidak dapat sepenuhnya mati dalam tubuh. Kucing yang terinfeksi akan menjadi carrier, dimana mereka akan seterusnya menyebarkan virus ini dalam waktu yang lama sehingga bisa menulari kucing lain.
  • Chlamydia.
    Bakteri ini menyebabkan konjungtivitis pada kucing dan acapkali menjadi infeksi sekunder pada penyakit ISPA akibat virus.
  • Rabies Virus.
    Rabies merupakan penyakit yang bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini terdapat beberapa propinsi di Indonesia yang bebas rabies maupun rawan rabies. Penyakit ini menjadi perhatian organisasi kesehatan skala internasional karena dampak yang ditimbulkan.
  • Feline Leukemia Virus Vaccine, Feline Infectious Peritonitis, and Ringworm Vaccines.

Question 4

“Berapa jangka waktu pemberian vaksin

pada anjing dan kucing?”

Anak anjing dan anak kucing secara alami menerima antibodi maternal dari kolostrum air susu induknya, apabila sang induk juga mempunyai sistem imun yang bagus. Kondisi hewan pada saat divaksin harus benar-benar dalam keadaan sehat, pada waktu pemeriksaan terlihat:

  • Sehat secara fisik : lincah, cermin hidung mengkilat, tidak stress.
  • Temperatur tubuh normal : 38 derajat Celsius- 39,3 derajat Celcius)
  • Tidak ada gangguan makan dan minum
  • Tidak ada gangguan urinasi (kencing)
  • Tidak diare
  • Tidak dalam masa penyembuhan pasca operasi.

Vaksinasi pada Anjing (umur)

6 minggu         : Parvo

9 minggu         : Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepapitis, Leptospira.

12 minggu       : Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepapitis, Leptospira , Rabies.

1 tahun            : Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepapitis, Leptospira , Rabies,    Bordetella.
Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), anjing yang jarang terpapar penyakit tidak harus menjalani booster tiap 1 tahun untuk beberapa penyakit. Namun rekomendasi tersebut didasarkan oleh banyak factor, antara lain umur, ras, status kesehatan, risiko paparan penyakit, tipe vaksin, dan lingkungan dimana anjing tinggal. Penting untuk memantau jadwal vaksinasi anjing dan memastikan anjing Anda tetap dalam keadaan sehat dan terhindar dari penyakit.

Vaksinasi pada kucing (umur).

7 minggu         : Panleukopenia, Rhinotraechitis, calici virus

10 minggu       : Panleukopenia, Rhinotraechitis, calici virus

14 minggu       : Rabies

1 tahun             : Panleukopenia, Rhinotraechitis, calici virus, rabies.

Setelah itu frekuensi booster selanjutnya dapat diberikan 1-3 tahun tergantung jenis vaksin, penyakit dan risiko paparan pada kucing. Kucing yang sudah menetap maupun akan dikirim ke cattery biasanya membutuhkan vaksinasi tahunan karena risiko paparan mereka lebih tinggi.

Question 5

“Adakah efek samping pasca pemberian vaksin

pada anjing dan kucing?”

Vaksinasi bersifat menstimulasi system imun tubuh hewan untuk memproteksi tubuhnya dari penyakit infeksius. Stimulasi ini dapat mengakibatkan beberapa gejala ringan, seperti rasa sakit pada area suntikan, demam,lemas, berkurang napsu makan, sedikit pilek (pd kucing) maupun alergi, namun hal tersebut hanya terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari, tidak lebih dari itu. Pada umumnya reaksi efek samping yang ditimbukan amat jarang terjadi pada kebanyakan anjing dan kucing.
Tidak ada salahnya memeriksa daerah injeksi dan apabila terjadi reaksi alergi dan pembengkakan pada daerah tersebut yang tidak hilang dalam 2 minggu maka segera hubungi dokter hewan Anda.

Semoga artikel kami tentang vaksinasi pada anjing diatas bisa berguna dan bermanfaat bagi Anda.