logo


Call Center: 021 2987 1662; WhatsApp: 0812 6325 0777

urinalisis

Urinalisis dilakukan dengan menggunakan sampel urin. Hasil pemeriksaan tersebut akan memberikan informasi mengenai fungsi ginjal serta status hidrasi hewan. Pemeriksaan ini juga dapat membantu dalam mendiagnosis berbagai penyakit dan gangguan metabolisme seluruh tubuh. Penampilan fisik urin dapat dilihat dengan pemeriksaan visual. Selama pemeriksaan visual, dokter dapat mengamati warna, kejernihan dan baunya yang akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan kimia dan mikroskopis. Sedangkan komposisi kimia urin diketahui dengan pemeriksaan kimia dengan menggunakan strip-strip reagan yang berisi bahan kimia tertentu. Berikut detail informasinya :

Detail Informasi

Kejernihan

Urin biasanya jernih. Banyak zat yang dapat menyebabkan urin menjadi keruh. Zat yang menyebabkan kekeruhan namun dianggap normal adalah lendir, sperma dan cairan prostat, sel-sel kulit, kristal urin normal, dan kontaminan seperti salep dan bedak. Zat lain yang bisa membuat urin keruh dan mengindikasikan penyakit adalah sel darah merah, sel darah putih atau bakteri.

Warna

Warna urin dapat bervariasi dari bening kekuningan sampai gelap kecoklatan. Banyak hal yang berpengaruh pada warna urin, termasuk banyaknya cairan yang Anda minum, jenis makanan yang Anda makan, obat-obatan yang Anda ambil dan penyakit tertentu yang Anda miliki. Bila Anda kurang minum, warna urin cenderung gelap. Dehidrasi dan demam juga menyebabkan urin lebih pekat sehingga berwarna lebih gelap. Bila Anda memakan bit merah, warna urin Anda akan kemerahan karena pigmen bit yang dikeluarkan. Suplemen vitamin B dapat membuat urin berwarna kuning cerah. Obat-obatan dan darah dapat membuat urin berwarna merah kecoklatan.

Bau

Urin berbau sedikit pesing yang khas. Beberapa penyakit menyebabkan perubahan bau urin, misalnya infeksi bakteri E. coli menyebabkan bau tidak sedap dan diabetes menyebabkan bau amis.

pH

Mencerminkan status asam-basa jika hewan tersebut dengan baik terhidrasi.

Spesifik Gravity

Menentukan kemampuan ginjal untuk mengkonsentrasikan urin dalam merespon status hidrasi. Semakin banyak bahan padat dalam urin, semakin tinggi berat jenis urin. Ketika hewan anda banyak menerima cairan, ginjal akan membuat konsentrasi urin menjadi encer sehingga berat jenisnya rendah. Bila tidak cukup menerima cairan, ginjal akan membuat urin menjadi lebih pekat sehingga berat jenisnya tinggi.

Protein

Pada umumnya protein akan ditemukan dalam jumlah yang sedikit dalam urin dan memungkinkan ditemukannya dengan jumlah yang lebih banyak pada hewan yang dindikasikan terdapat gangguan ginjal.

Glukosa

Kadar glukosa yang tinggi pada urin berhubungan dengan konsentrasi glukosa darah. Biasanya glukosa sangat sedikit atau tidak ada dalam urin. Ketika tingkat gula darah sangat tinggi seperti pada hewan yang terkena diabetes, ginjal mengekskresikan glukosa ke dalam urin untuk mengurangi konsentrasinya di darah.

Keton

Tingginya kadar keton dalam urin memungkinkan adanya peningkatan proses pemecahan lipid dalam tubuh. Bila karbohidrat tidak tersedia, tubuh memetabolisme lemak untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan. Pemecahan lemak untuk energi menghasilkan zat limbah yang disebut keton. Keton biasanya tidak ditemukan dalam urin.

Urobilinogen

Abnormalitas kadar urobilinogen dapat mengindikasikan hewan terkena gangguan hati atau penyakit hemolitik. Peningkatan ekskresi urobilinogen dalam urine terjadi bila fungsi sel hepar menurun atau terdapat kelebihan urobilinogen dalam saluran gastrointestinal yang melebehi batas kemampuan hepar untuk melakukan rekskresi.

Bilirubin

Abnormalitas kadar bilirubin dapat mengindikasikan hean terkena gangguan hati atau penyakit hemolitik ; pada anjing (terutama anjing jantan) bilirubinuria umumnya ada pada kondisi normal.

RBC dan HB ( Sel Darah Merah dan Hemoglobin )

Apabila hasil menunjukkan positif maka dapat mengindikasikan terjadinya hematuria, hemoglobinuria atau mioglobinuria ; ditemukannya darah dalam urin dapat mengindikasikan tanda peradangan, infeksi dan atau trauma.

WBC ( Sel Darah Putih )

Nilai WBC yang berlebihan dapat menunjukkan terjadinya peradangan di suatu tempat dalam saluran kemih.

Nitrit

Bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) membuat enzim yang mengubah nitrat menjadi nitrit. Nitrit dalam urin menunjukkan adanya infeksi saluran kemih (ISK). Di dalam urine normal terdapat nitrat sebagai hasil metabolisme protein, yang kemudian jika terdapat bakteri dalam jumlah yang signifikan dalam urin (Escherichia coli, Enterobakter, Citrobacter, Klebsiella, Proteus) yang megandung enzim reduktase, akan mereduksi nitrat menjadi nitrit. Hal ini terjadi bila urine telah berada dalam kandung kemih minimal 4 jam. Hasil negative bukan berarti pasti tidak terdapat bakteriuria sebab tidak semua jenis bakteri dapat membentuk nitrit, atau urine memang tidak mengandung nitrat, atau urine berada dalam kandung kemih kurang dari 4 jam. Disamping itu, pada keadaan tertentu, enzim bakteri telah mereduksi nitrat menjadi nitrit, namun kemudian nitrit berubah menjadi nitrogen.
Spesimen terbaik untuk pemeriksaan nitrit adalah urine pagi dan diperiksa dalam keadaan segar, sebab penundaan pemeriksaan akan mengakibatkan perkembang biakan bakteri di luar saluran kemih, yang juga dapat menghasilkan nitrit.