logo


Call Center: 021 2987 1662; WhatsApp: 0812 6325 0777

kimia-darah

1. Ginjal

BUN (Blood Urea Nitrogen) – Meningkatnya nilai BUN dapat dilihat adanya penurunan fungsi ginjal, dehidrasi, penyakit jantung, syok atau gangguan saluran kemih pada saat mengikuti diet protein tinggi. Sedangkan menurunnya nilai BUN dapat dilihat karena adanya hidrasi yang berlebihan.

Krea (Kreatinin) – Meningkatnya nilai kreatinin dapat dilihat adanya penurunan fungsi ginjal dan kondisi lain seperti  tanda-tanda pada BUN, tapi tidak terpengaruh oleh diet protein tinggi. Sedangkan menurunnya nilai kreatinin dapat dilihat karena adanya hidarasi yang berlebihan.

P(Fosfor) – Tingginya nilai fosfor menandakan bahwa fungsi ginjal menurun dikarenakan kondisi seperti penyakit ginjal, meningkatnya asupan melalui saluran pencernaan dan meningkatnya pelepasan jaringan luka. Meningkatnya nilai fosfor juga akan terjadi pada anak anjing dan anak kucing dalam masa pertumbuhan dan dapat menurun jika berkurangnya asupan yang dikonsumsi.

Ca + (kalsium) – Meningkatnya nilai kalsium dapat diakibatkan dari berbagai penyakit termasuk penyakit ginjal, jenis kanker tertentu, toksisitas tertentu serta penyakit paratiroid. Penurunan kalsium dindikasikan karena adanya penyakit paratiroid tertentu dengan kadar  albumin yang rendah.

2. Hati

SGPT (ALT) – Peningkatan nilai SGPT merupakan indikator yang sensitif dari kerusakan sel hati.

SGOT (AST) – Peningkatan nilai SGOT berhubungan dengan adanya kerusakan pada sel hati atau otot.

ALP (Alkaline Phosphatase) – Peningkatan nilai ALP dapat mengindikasikan adanya kelainan hati (kolestasis), Cushing’s disease atau hiperadrenokortisme atau hiperkortisolisme , pertumbuhan tulang yang aktif pada umur muda, remodeling tulang aktif setelah cedera tulang ; yang mungkin disebabkan oleh beberapa obat dan kondisi.

GGT (Gamma Glutamil Transferase) – Peningkatan nilai GGT dapat mengindikasikan jenis kelainan hati (kolestasis).

ALB (Albumin) – Peningkatan nilai albumin dapat mengindikasikan terjadinya dehidrasi, penurunan fungsi hati, kehilangan darah, gastrointestinal atau ginjal.

Bilirubin Total – Peningkatan nilai bilirubin total dapat mengindikasikan adanya penyakit pada hati dan beberapa jenis anemia (kolestasis atau insufisiensi/ketidakmampuan hati).

3. Pankreas

Amilase – Peningkatan nilai amilase dapat disebabkan karena adanya gangguan pada organ pankreas, penyakit ginjal, gastrointestinal atau penggunaan obat tertentu. Perubahan data hasil laboratorium lainnya dapat membantu mengidentifikasi organ pankreas secara spesifik.

Lipase – Peningkatan nilai amilase dapat disebabkan karena adanya gangguan pada organ pankreas, penyakit ginjal, gastrointestinal atau penggunaan obat tertentu. Perubahan data hasil laboratorium lainnya dapat membantu mengidentifikasi organ pankreas secara spesifik.

4. Profil Protein

Total Protein – Meningkatnya nilai total protein dapat mengindikasikan terjadinya dehidrasi atau kondisi peradangan. Menurunnya nilai tersebut dapat mengindikasikan penurunan fungsi hati, kehilangan darah, gastrointestinal dan ginjal.

Albumin – Meningkatnya albumin dapat mengindikasikan terjadinya dehidrasi Menurunnya nilai tersebut dapat mengindikasikan terjadinya penurunan fungsi hati, kehilangan darah, gastrointestinal dan ginjal.

Globulin – Meningkatnya globulin mengindikasikan adanya peradangan dan potensi terjadinya infeksi kronis. Sedangkan penurunan dapat dindikasikan terjadi kehilangan darah,  gastrointestinal dan menurunnya daya tahan tubuh.

5. Elektrolit

Na+ (Natrium) – Peningkatan natrium dapat menunjukkan adanya dehidrasi, sedangkan penurunan kadar natrium dalam darah dapat diindikasikan hewan sedang mengalami diare dan muntah atau terjangkit Addison disease dan penyakit ginjal.

K+ (Kalium) – Peningkatan kalium dalam darah dapat mengindikasikan penyakit ginjal akibat menurunnya sistem ekskresi dengan disertai Addison disease, dehidrasi dan gangguan pada ginjal. Turunnya kadar kalium dapat dilihat pada saat diare atau muntah.

Cl (Klorida) – Peningkatan klorida dapat mengindikasikan terjadinya dehidrasi dan menurunnya klorida dapat dilihat selama diare atau muntah.